Bagaimana Mempersiapkan Wawancara Kerja dengan Sukses

Persiapan Wawancara Kerja – Wawancara kerja adalah salah satu poin terpenting untuk menemukan dan memilih kandidat terbaik untuk melanjutkan tahapan pekerjaan di target perusahaan yang jauh lebih baik di masa depan. Sesi ini mungkin yang paling sulit dan krusial karena merupakan momen kritis yang harus dihadapi dan kemudian memilih kandidat yang paling cocok untuk dikendarai bersama perusahaan Anda. Jika keputusannya salah, bisa berdampak pada bisnis yang sedang berjalan.

Seperti diketahui, terkadang wawancara kerja menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam memilih dan menentukan kandidat yang paling diharapkan. Namun, faktor penting lainnya yang tak kalah menarik untuk disimak dalam persiapan calon kandidat menghadapi berbagai tantangan dalam wawancara kerja.

Rizki Rahmanto selaku pro hire recruitment di Double M memiliki pola tersendiri dalam memberikan arahan dan syarat untuk mendapatkan calon karyawan sebelum memulai proses wawancara. Selama perjalanan karir lebih dari 20 tahun dan sepuluh perusahaan ditangani, beberapa rekomendasi akan dibahas hari ini untuk mendapatkan calon profesional dalam mempersiapkan seleksi wawancara kerja.

Double M sebagai salah satu penyedia layanan headhunter terkemuka telah terlatih dan unggul dalam memberikan kandidat terbaik sesuai dengan kebutuhan yang diminta oleh kliennya. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para calon kandidat, simak penjelasan lengkapnya.

Persiapan Wawancara Kerja

1. Informasi yang Jelas Terkait Industri Klien Kepada Calon Kandidat

Bagian penting dari proses rekrutmen adalah memberikan informasi yang jelas tentang industri kepada klien tempat mereka bekerja. Semuanya harus jelas dan detail, termasuk visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan. Tidak hanya itu, budaya perusahaan juga menjadi landasan penting yang harus dimiliki oleh para calon kandidat.

Itulah dasar yang harus dibangun agar calon yang sedang menjalani proses rekrutmen mengetahui dan memahami semuanya. Mulai dari deskripsi pekerjaan, struktur organisasi, prospek bisnis ke depan, dan berbagai bagian penting lainnya yang akan membutuhkan dan mempengaruhi perannya dalam perusahaan.

2. Metode “Pitching”

Di Double M, headhunter tidak lagi menggunakan metode psikotes tetapi berdasarkan metode pitch deck atau pitching. Melalui bagian ini, calon profesional diminta untuk melakukan presentasi tentang pekerjaan atau kesuksesan yang diharapkan selama 100 hari kinerja mereka di perusahaan. Bagian ini sangat penting untuk dilihat karena akan membantu mengukur persaingan yang ada di antara para kandidat.

Bentuk teknik presentasi bisnis 100 hari ini dapat mengukur langkah-langkah strategis, pemecahan masalah, dan kualitas berpikir. Dengan demikian, perusahaan dapat menentukan kandidat yang tepat melalui proses ini dan dapat memilih kandidat yang paling cocok untuk perusahaan. Karena itu akan memungkinkan Anda mengintip apakah kandidat akan sangat cocok untuk budaya perusahaan Anda; visi dan misinya serta melihat apakah budaya kerja mereka sesuai dengan target perusahaan.

3. Riset Mendalam Terkait Industri yang Dilamar

Double M Headhunter melihat bahwa penelitian atau penelitian mendalam terkait bisnis yang dijalankan dapat memberikan sudut pandang yang berbeda dan dapat memprediksi pertanyaan yang akan diajukan nantinya. Untuk itu, calon kandidat diminta melakukan riset mendalam terhadap industri yang dibidik.

Hasilnya jika kandidat bisa melakukannya, maka proses wawancara akan jauh lebih nyaman dan dilakukan dengan percaya diri. Karena dapat mengukur daftar pertanyaan yang akan ditanyakan nantinya. Analisis SWOT merupakan metode yang tepat untuk melihat beberapa permasalahan yang ada dan dapat dimanfaatkan oleh calon kandidat.

Beberapa tips tersebut didapat melalui perjalanan panjang, dengan harapan bisa memberikan proses yang lebih berkelas dan menaikkan level proses wawancara. Terutama memberikan manfaat kepada CEO Perusahaan, Manajer Rekrutmen dan SDM, dan calon kandidat yang sedang melakukan wawancara kerja.

Baca juga artikel tentang “Manfaat Payroll Outsourcing”

Bagaimana Double M dapat membantu?

Double M menyediakan layanan solusi masuk pasar di Asia Tenggara termasuk layanan Headhunter. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi kami di info@double-m.co

Manfaat Payroll Outsourcing

Manfaat Payroll Outsourcing – Payroll merupakan salah satu kegiatan administrasi yang penting dalam perusahaan. Kegiatan ini rutin dilakukan namun memakan waktu dan rumit. Penggajian tidak hanya tentang memberikan kompensasi kepada karyawan, tetapi juga terkait dengan berbagai aturan seperti perhitungan pajak, lembur dan pembayaran jaminan sosial. Oleh karena itu, diperlukan sistem dan manajemen penggajian yang baik dan benar.

Untuk memiliki sistem penggajian yang baik dan untuk memastikan penggajian akurat, perusahaan biasanya memiliki departemen khusus dan mempekerjakan karyawan yang berpengalaman dan terampil dalam hal ini. Namun, ini akan membutuhkan sumber daya dan biaya yang besar.

Sebagai alternatif, perusahaan dapat menggunakan layanan outsourcing penggajian. Outsourcing penggajian berarti menggunakan organisasi pihak ketiga untuk menangani sebagian atau seluruh administrasi penggajian. Ada beberapa manfaat outsourcing penggajian, antara lain:

1. Hemat biaya, Manfaat Payroll Outsourcing yang pertama

Outsourcing penggajian juga dapat menghemat pengeluaran perusahaan bahkan membantu meningkatkan produktivitas perusahaan. Dengan menggunakan jasa payroll outsourcing, perusahaan tidak perlu merekrut dan melatih karyawan untuk urusan penggajian, tidak perlu membayar gaji dan pajak untuk karyawan tersebut, dan tidak perlu membeli alat yang diperlukan seperti software akuntansi yang mahal.

2. Perusahaan dapat fokus pada kegiatan inti

Pekerjaan penggajian bukanlah bisnis inti dalam sebuah perusahaan produksi tetapi perannya sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan. Oleh karena itu, menggunakan layanan payroll outsourcing akan membantu banyak perusahaan untuk lebih fokus pada kegiatan inti mereka, seperti meningkatkan produktivitas, penjualan, dan memperluas bisnis.

3. Hindari kesalahan dan pastikan kepatuhan terhadap peraturan

Kesalahan dan kesalahan dalam menghitung penggajian dapat mengakibatkan denda oleh departemen pajak atau otoritas terkait lainnya karena perhitungan pajak dan jaminan sosial yang tidak akurat. Melalui payroll outsourcing, perusahaan menyerahkan proses kerja payroll kepada tim profesional yang berpengalaman. Para profesional ini lebih mengenal rumitnya hal-hal yang berkaitan dengan penggajian seperti pajak dan jaminan sosial. Tidak hanya itu mereka biasanya mengetahui dengan baik tentang perubahan peraturan. Oleh karena itu mereka jauh lebih kecil kemungkinannya untuk membuat kesalahan saat menghitung dan melaporkan penggajian daripada staf internal.

Baik untuk perusahaan yang baru berdiri dengan anggaran terbatas, atau perusahaan berpengalaman yang hanya ingin fokus pada kegiatan intinya, outsourcing payroll adalah salah satu alternatif untuk memastikan administrasi penggajian yang baik dan akurat.

Bagaimana Double M dapat membantu?

DOUBLE M menyediakan layanan solusi masuk pasar di Asia Tenggara termasuk Payroll Outsourcing. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi kami di info@double-m.co